
SATOLIO ONNIC
SINAGA
โ๐ข๐ต ๐ต๐ฒ๐น๐น๐ผ ๐น๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฒ๐ ๐ฎ๐ป๐ฑ ๐ด๐ฒ๐ป๐๐น๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป, ๐๐ต๐ฎ๐น๐น ๐๐ฒ ๐ฝ๐น๐ฎ๐ ๐ฎ ๐ฟ๐ถ๐ฑ๐ฑ๐น๐ฒ? ๐๐๐ ๐๐ผ๐ ๐ฐ๐ฎ๐ป'๐ ๐ฎ๐๐ธ ๐๐ต๐ฒ ๐ฎ๐ป๐๐๐ฒ๐ฟ.โ

PROFILE
Nama Lengkap : Satolio Onnic Sinaga
Nama Panggilan : Sato
Tempat Lahir : Medan, Indonesia
Tanggal Lahir : 05 Desember 2000
Zodiac : Sagitarius
MBTI : ISTP
Golongan Darah : AB (+)
Tinggi Badan : 185cm
Berat Badan : 67kg
Kepercayaan : Agnostik
Alamat : Unit 907 Apartemen Mediterania 2, Podomoro City, Jl. Letjen S. Parman no. 28, Jakarta Barat, DKI Jakarta
Pekerjaan Utama : Fotografer
Pekerjaan Sampingan : Stalker
Nama Laman Fotografi : Onnic Capture

Relations

Bintang Attara
Hubungan : Orang yang diuntit Sato
Status : Alive, played by @TangkaiMakna

Andreas Manggala Sinaga
Hubungan : Ayah kandung Sato
Status : Alive (NPC)

Mario Yohanes Sinaga
Hubungan : Kakak laki-laki Sato
Status : Alive (NPC)

Naybila Feirin Noor
Hubungan : Messenger Sato dalam menguntit
Status : Alive (NPC)

Personality
Sato merupakan seorang lelaki yang pendiam, rajin, jujur, pemalu, dan mengalami kesulitan mengekspresikan perasaannya. Ia mempunyai selera humor yang aneh dan tidak begitu senang bergaul dengan orang-orang yang banyak bicara, sebab itu akan menguras energinya.Sato dikenal memiliki persona yang misterius dan tenang, tetapi sebenarnya di dalam kepala itu sangat ribut dengan pemikiran-pemikirannya sendiri. Orang yang kaku dan taat peraturan. Tidak pandai basa-basi. Selalu mengamati situasi di sekitarnya dan mendeteksi bahaya dengan cermat.Kelebihan Sato adalah, ia dapat mengingat hal-hal remeh dengan detail. Kelemahan Sato adalah, ia bisa bersikap tidak profesional saat bekerja jika itu sudah menyangkut perasaan pribadinya.

Background Story
Satolio Onnic Sinagaโ atau yang biasa dipanggil Sato, merupakan bungsu dari dua bersaudara sebuah keluarga dengan marga Sinaga. Ayahnya yang bernama Andreas Manggala Sinaga menikahi seorang perempuan berdarah Tiongkok pada tahun 1997, dan dikaruniai dua orang putra yaitu Mario Johanes Sinaga yang lahir di tahun 1998 dan Satolio Onnic Sinaga yang lahir di tahun 2000. Identitas ibu mereka ditutup rapat-rapat oleh Andreasโ ayah mereka, sebab Andreas tidak mendapat restu saat menikah dengan istrinya dan istrinya terpaksa harus kembali ke tempat asalnya setelah melahirkan putra kedua mereka. Mario sempat memiliki kenangan bersama sang ibu selama dua tahun pertama ia hidup, namun Sato sama sekali tidak memiliki hal itu dan tak mengetahui wajah ibunya.
Besar tanpa figur seorang ibu, dan ayah yang diasingkan dan dikucilkan dari keluarga besarnya, membuat Sato menjadi pribadi yang sangat tertutup. Setelah tinggal di Kota Medan kurang lebih lima tahun lamanya, Andreas memutuskan untuk merantau ke Jakarta, dan membawa Mario dan Sato tinggal bersamanya di sana. Selama tinggal di Jakarta, Andreas menjalankan profesinya sebagai seorang Pendeta di salah satu gereja protestan di daerah Jakarta Barat. Mario dan Sato dididik dan dibesarkan dalam lingkungan kristiani yang taat beragama. Tetapi, berbeda dengan sang Abang, saat Sato lulus dari perguruan tinggi, ia memutuskan untuk tidak memeluk agama maupun kepercayaan apa pun. Sebab Sato merasa itu semua sia-sia.
Setelah lulus dan terus mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang pendidikan yang ia tempuh, Sato akhirnya memutuskan untuk bekerja sendiri, menjadi seorang fotografer lepas yang tidak terikat dengan siapa pun. Sato pun mencoba membuat sebuah laman pribadi miliknya, yang berisikan foto-foto terbaik yang sudah ia potret dengan kameranya sendiri. Namun tingginya biaya kehidupan di Kota Jakarta membuat Sato mau tak mau tetap harus memiliki lebih dari satu sumber penghasilan. Alhasil, saat ia sedang senggang dan tak tahu harus melakukan apa, ia mendapatkan penawaran dari Naybilaโ kakak tingkatnya yang ia kenal semasa kuliah dulu, untuk menguntiti seseorang yang berbeda dari bulan ke bulan. Pekerjaan menguntit ini cukup menghasilkan uang yang lumayan besar, bagi Sato. Satu orang target, ia bisa dibayar kisaran empat puluh sampai lima puluh juta untuk informasi-informasi kecil yang ia berikan kepada sang client. Meski takut akan resiko yang tinggi dari pekerjaan menguntit ini, tetapi Sato belum berniat untuk menghentikannya. Sebab sampai detik ini, ia belum kena batunya. Akankah ada sosok lain yang muncul untuk memberikan efek jera terhadap Sato?